Rekomendasi Game Sonic Terbaik di Android

Rekomendasi Game Sonic Terbaik di Android – Seperti yang kita semua ketahui bahwa game sonic merupakan salah satu game yang banyak di mainkan orang-orang. Game Sonic ini sudah ada sejak dulu. Di bawah ini Anda akan menemukan serangkaian game Sonic terbaik untuk smartphone Android. Perlu dicatat, seperti yang selalu kita lakukan, bahwa semua yang akan Anda temukan di posting kompilasi ini gratis. Oleh karena itu, Anda tidak perlu membayar sejumlah uang untuk mendapatkan satu atau semuanya.

Rekomendasi Game Sonic Terbaik di Android

Sonic Dash

Untuk memulai dengan langkah yang benar, kami memiliki Sonic Dash, salah satu game paling populer di Play Store dan tidak hanya di antara game Sonic. Judul ini menawarkan lebih dari 100 juta unduhan di toko dan memiliki reputasi bintang 4.6 yang cukup terhormat, yang didasarkan pada hampir 5 juta ulasan dan peringkat positif.

Sonic Dash adalah gim khas di mana Anda memiliki lusinan dunia dan level, masing-masing lebih sulit dari yang lain dan dengan elemen dan rintangan yang berbeda. Yang satu ini memiliki tema yang sama dengan Temple Run dan Subway Surfers, dua game lain dengan dinamika yang sama.

Sonic the Hedgehog Classic

Sonic the Hedgehog Classic adalah game platform yang cukup menarik yang membawa kita kembali ke tahun 90-an dan awal 2000-an berkat grafis dan animasi retro dari era itu. Judul SEGA ini memiliki penjahat utama Dr. Eggman yang jahat dan sesat, yang harus Anda kalahkan dengan Sonic, tetapi tidak sebelum mengatasi semua dunia dan level yang ada.

Eggman ingin menemukan tujuh Chaos Emeralds untuk akhirnya menyelesaikan senjata pamungkasnya, Death Egg. Dengan ini dia ingin menaklukkan dunia, sesuatu yang akan dia capai dengan mudah begitu selesai. Tujuannya adalah untuk mencegah hal ini terjadi, tetapi untuk ini Anda harus mengatasi semua rintangan, mendapatkan semua banyak koin dan hadiah permainan dan mencapai ujung dunia untuk menghadapinya dan mengalahkannya dalam duel sampai mati. , yang tidak ada yang sederhana.

Sonic CD Klasik

Judul SEGA bagus lainnya yang ditambahkan ke daftar permainan Sonic di Play Store untuk ponsel Android adalah Sonic CD Classic. Yang ini juga diatur dalam gaya retro, jadi grafisnya agak pixelated untuk setia pada awal permainan Sonic.

Dalam permainan ini Anda harus menemukan dan mendapatkan tujuh Batu Waktu untuk mengalahkan Dr. Eggman dan menyelamatkan Amy Rose. Gunakan angin puyuh dan lingkaran super Sonic untuk menghapus level secepat mungkin dan melakukan perjalanan melalui waktu untuk menikmati versi masa lalu, sekarang, dan masa depan dari setiap level. Tujuan Anda adalah untuk membuka Miles “Tails” Prower. Selain itu, Anda harus mengalahkan Dr. Eggman dan melawan ciptaannya yang paling menakutkan, yaitu Metal Sonic, salinan Sonic dengan kemampuan yang sama, jadi dia sangat kuat dan, yang terpenting, cepat.

Sonic The Hedgehog 2 Classic

Sonic The Hedgehog 2 Classic adalah versi baru dari game aslinya, tetapi juga dalam game ini kami memiliki grafik retro yang pertama. Dan dengan judul ini kami memiliki platform yang sangat menyenangkan di mana Anda harus membantu Sonic untuk mengatasi semua hambatan dan kesulitan tingkat di mana ia harus berlari dan cepat untuk mencapai akhir masing-masing dan, dengan demikian, dapatkan dan kalahkan Dr. Eggman, yang ingin menemukan tujuh Chaos Emeralds untuk akhirnya melengkapi senjata pamungkasnya, Death Egg.

Kisah Anjing Setia dalam Sejarah

Kisah Anjing Setia dalam Sejarah – Pasti beberapa dari kita memiliki hewan peliharaan di rumahnya. Baik kucing, kelinci ataupun anjing. Namun pada dasarnya hewan yang paling banyak di jadikan hewan peliharaan adalah hewan anjing. Anjing memiliki otak yang cukup cerdas jika kita ajarkan segala yang baik kepadanya. Berikut ini adalah kisah anjing Hachiko yang setia.

Pada tahun 1920-an, Hidesaburo Ueno, seorang Profesor dari Universitas Tokyo, Jepang sibuk mencari anjing dengan ras Akita Inu miliknya. Di tengah pencarianny di Kota Odate, ia menemukan dan langsung langsung membeli seekor anjing seharga 30 yen. Setelahnya, Profesor Ueno bergegas membawa anjing barunya tersebut pulang ke Tokyo dengan menggunakan sebuah kereta cepat. Setibanya di rumah, sang Profesor menamai anjing barunya tersebut dengan Hachiko, yang berasal dari kata hachi merujuk pada angka delapan yang dalam bahasa Jepang memiliki simbol keberuntungan. Sejak itulah hubungan antara Profesor Ueno dan anjingnya, Hachiko, terjalin dengan begitu harmonis.

Kisah Anjing Setia dalam Sejarah

Profesor Ueno mempunyai kegiatan rutin sehari-hari dengan mengajar di Universitas Tokyo, dimana ia menggunakan kereta api sebagai alat transportasi untuk mencapai universitas tersebut, begitu pun ketika ia hendak pulang ke rumahnya. Sehingga, setiap harinya Hachiko mengantarkan tuannya tersebut sampai Stasiun Shibuya. Dengan sabar dan tidak sedikit pun beranjak dari tempat dimana ia menunggu Profesor Ueni, Hachiko rela menunggu sampai majikannya selesai mengajar di sore hari dan kembali ke tempatnya. Profesor Ueno selalu mendapati Hachiko sudah berada di depan stasiun sewaktu pulang. Begitulah aktivitas rutin yang dilakukan oleh Hachiko tanpa merasa bosan sedikitpun.

Sayangnya, cerita tersebut itu tidak berlangsung lama. Pada tanggal 21 Mei 1925, Profesor Ueno yang tengah mengajar di kampusnya tiba-tiba terkena stroke dan meninggal dunia. Hachiko yang belum mengetahui bahwa tuannya telah meninggalkannya selamanya, menanti di depan stasiun hingga larut malam.
Tiga tahun setelahnya, pada tahun 1928, Stasiun Shibuya melakukan perombakan total. Namun hal tersebut tidak menyurutkan keinginan Hachiko untuk menunggu Profesor Ueno. Warga sekitar sering mendapati Hachiko tidur di salah satu sisi toko Stasiun Shibuya.

Baca Juga : 10 Jenis Anjing Penjaga Rumah yang Setia

Singkat cerita, Hachiko diadopsi oleh majikan yang berbeda-beda. Namun, lokasi rumah pemilik terakhirnya terhitung sangat jauh dari kawasan Shibuya. Alhasil, Hachiko berkali-kali berhasil melarikan diri menuju Stasiun Shibuya. Salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari Stasiun Shibuya lantas mengadopsi anjing tersebut karena merasa tidak tega melihat perjuangannya yang gigih untuk kembali ke stasiun tersebut. Pada 8 Maret 1935, Hachiko ditemukan sudah meninggal di dekat Jembatan Inari, Shibuya. Penyebab kematian anjing tersebut adalah kanker dan infeksi filaria. Hampir 10 tahun sisa hidupnya ia habiskan demi menunggu Profesor Ueno pulang dan menjemputnya di stasiun.

Untuk mengenang kisah Hachiko, pemerintah setempat memasukkan kisahnya ke dalam buku pendidikan moral bagi murid kelas dua di Jepang. Judul kisah tersebut adalah On o Wasureruna (1937) yang berarti, “balas budi jangan dilupakan”. Selain itu, beberapa film diproduksi untuk mengenang Hachiko, seperti Hachiko Monogatari (1987), Densetsu no Akitaken Hachi (2006), dan Hachiko: A Dog’s Story (2009).