anjing

10 Jenis Anjing Penjaga Rumah yang Setia

10 Jenis Anjing Penjaga Rumah yang Setia – Bagi anda yang sedang mencari penjaga rumah sekaligus bisa menjadi teman keluarga, memelihara anjing bisa jadi salah satu pilihan. Hewan satu ini memang mempunyai berbagai jenis dan karakteristik yang berbeda, termasuk jenis anjing penjaga.

Anjing penjaga atau juga disebut dengan guard dogs, merupakan jenis anjing yang mempunyai kemampuan untuk menjaga dan memantau orang atau hewan yang tidak familiar dan tidak diinginkan. Anjing jenis ini dapat membedakan dan akan mendiskriminasi orang baru atau siapapun yang tidak familiar baginya. Sehingga anjing ini tidak akan mengganggu dan menyerang orang di sekitar yang mereka kenali.

Jenis anjing penjaga memang banyak ditemui dengan tampilan yang garang dan menakutkan. Tetapi jangan salah, meskipun tampilan luar tampak menyeramkan, hewan jenis ini mempunyai sifat baik, patuh dan setia kepada pemiliknya. Sehingga anjing ini sangat ramah dan bisa menjadi teman baik bagi keluarga.

Bagi Anda yang mencari penjaga rumah yang sekaligus bisa menjadi sahabat, memelihara anjing jenis ini bisa menjadi pilihan. Dengan mengadopsi anjing penjaga, anda dan sekeluarga akan mendapatkan perlindungan yang baik serta anggota keluarga baru yang hangat dan setia. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa jenis anjing penjaga rumah yang setia dan bersahabat yang bisa menjadi rekomendasi bagi anda.

Akita Inu

Akita Inu adalah salah satu jenis anjing penjaga yang sudah memiliki insting alami untuk memberikan perlindungan terbaik bagi Anda. Tanpa diperintah, anjing ini sudah siap sedia menjaga dan memastikan keamanan pemilik dan sekeluarga.

Di samping sifatnya yang berani dan waspada, jenis anjing penjaga yang satu ini juga mempunyai sifat setia. Sehingga ia akan menjadi teman yang ramah bagi keluarga. Meskipun demikian, anjing ini perlu dilatih skill dan sosialisasinya supaya tidak menjadi agresif.

Beauceron

Jenis anjing penjaga Beaurecon dikenal kuat, pemberani, cerdas dan penuh semangat. Sifat kuat dan pemberani ini sangat nampak pada tampilannya yang terlihat garang. Dengan tampilan ini dapat mengelabui siapapun yang ingin bertindak jahat dan menyerang sang pemilik. Dibalik tampilannya yang menyeramkan, anjing jenis ini ternyata mempunyai sifat yang sensitif. Mereka memiliki rasa kasih sayang dan loyalitas yang tinggi pada pemilik.

Meskipun demikian, anjing ini tidak begitu disarankan bagi anda yang masih pemula dan awam dalam memelihara anjing. Sifat protektif yang dimiliki anjing ini sangat kuat, dan bisa sedikit kewalahan jika tidak dihadapi dengan baik. Anjing ini perlu dilatih terlebih dulu supaya kemampuan proteksinya bisa terkontrol dan tidak terlalu agresif.

Di samping kemampuan perlindungannya yang kuat, anjing ini juga memiliki rasa kasih sayang dan setia pada pemiliknya. Jika anda memperlakukan anjing ini dengan penuh kasih sayang, maka mereka akan memberikan kasih sayang yang lebih dengan berbagai cara.

Doberman Pinscher

Doberman Pinscher memang dikenal sebagai salah satu jenis anjing penjaga yang kuat dan memiliki sifat melindungi yang tinggi. Tidak heran jika jenis anjing penjaga ini dikenal dengan sifatnya yang dingin dan kurang bersahabat. Tetapi hal tersebut bukan mustahil untuk dipatahkan. Semua jenis anjing, termasuk Doberman Pinscher bisa dilatih menjadi anjing yang ramah dan setia. Jika kemampuan sosialisasinya dilatih dengan baik, anjing ini akan memberikan kasih sayang dan loyalitas yang tinggi kepada pemilik.

German Shepherd

Anjing German Shepherd merupakan jenis anjing penjaga yang memiliki berbagai sifat. Mulai dari lincah, protektif, pintar hingga sifatnya yang luwes dan mudah bersosialisasi dengan pemilik dan keluarga.

Tidak salah jika anjing ini dipilih banyak orang sebagai anjing penjaga yang dapat diandalkan. Jenis anjing penjaga satu ini bisa menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang ingin mengadopsi anjing pertama kali.

Caucasian Shepherd

Anjing penjaga jenis Caucasian Shepherd memang mempunyai tampilan yang gagah, sifat yang pemberani dan juga ramah. Anjing yang mempunyai bulu tebal dan lebat ini memang dikenal sebagai anjing penyayang dan manja kepada pemiliknya.

Walaupun sifatnya yang penyayang dan manja, dikatakan bahwa anjing ini bisa berubah menjadi garang ketika sedang menghadapi ancaman, terutama bagi orang asing yang mempunyai gerak-gerik yang mencurigakan. Sehingga jenis anjing penjaga ini sangat cocok untuk diadopsi karena sifatnya yang penyayang dan bisa melindungi keluarga.

Komondor

Jenis anjing penjaga Komondor mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan jenis anjing lain, yaitu bulu lebat yang menyerupai rambut gimbal pada tubuhnya. Di Hongaria, dulunya anjing jenis ini sering digunakan sebagai anjing penjaga untuk gembala hewan.

Sehingga memang jenis anjing ini mempunyai kemampuan menjaga dan melindungi dengan baik. Di samping itu, anjing Komondor juga mempunyai rasa kasih sayang terhadap pemilik dan keluarganya. Kemampuan, insting, dan sosialisasinya akan semakin baik jika disertai dengan pelatihan yang tepat.

Baca Juga : Fakta Ras Anjing Asli Indonesia

Bullmastiff

Bullmastiff juga bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengadopsi anjing penjaga. Jenis anjing penjaga ini sangat dikenal dengan sifatnya yang pemberani dan tidak kenal takut pada siapapun.

Selain itu, anjing ini juga mempunyai kecerdasan dan insting yang kuat, sehingga mereka dapat membedakan orang asing dengan pemilik atau orang yang familiar dengannya. Dengan begitu, anjing ini dapat memberikan perlindungan yang baik bagi Anda di rumah.

Rottweiler

Anjing Rottweiler memang terlihat garang dari tampilan wajah dan postur tubuhnya. Dari tampilannya yang garang, sudah diketahui bahwa jenis anjing penjaga ini mempunyai kemampuan proteksi yang baik untuk pemiliknya.

Jika diberikan kepercayaan, mereka akan berupaya sebaik mungkin untuk memastikan semua keadaan aman dan nyaman. Anjing ini juga memiliki sifat lucu dan konyol yang tak jarang bisa menjadi teman penghibur yang baik. Namun memang perlu dilakukan latihan dan sosialisasi yang baik di awal, karena anjing jenis ini sedikit keras kepala.

Staffordshire Bull Terrier

Staffordshire Bull Terrier merupakan jenis anjing penjaga yang dikenal dengan postur kecilnya. Namun jangan salah, postur kecil anjing ini membawanya sebagai anjing dengan lari tercepat.

Selain itu, anjing ini juga memiliki gigitan yang mematikan. Sehingga anjing yang kuat dan pemberani seperti Staffordshire Bull Terrier ini cocok sebagai anjing penjaga yang baik. tidak hanya itu, anjing ini juga dapat menjadi sahabat baru bagi keluarga karena sifatnya yang ramah dan manja.

Tornjak

Tornjak adalah jenis anjing penjaga yang memiliki naluri atau insting yang stabil, pintar, ramah, lincah dan percaya diri. Anjing ini juga dikenal dengan sifatnya yang tidak mudah percaya, selalu mencurigai orang asing atau orang yang baru dilihatnya. Dengan begitu, anjing ini dapat mengantisipasi dengan baik pada orang asing yang akan bertindak jahat terhadap pemilik.

Menurut penelitian, anjing ini masih memiliki keturunan ras Tibettan Mastiff yang berasal dari daerah Iran. Daerah ini memang sangat dikenal melahirkan jenis anjing penjaga yang kuat, sehat dan mudah beradaptasi di cuaca yang ekstrem.

Nah itu dia 10 jenis anjing paling setia yang bisa anda jadi kan penjaga rumah, semoga artikel ini membantu

Menunggu di Stasiun Shibuya, Inilah Kisah Hachiko

Menunggu di Stasiun Shibuya, Inilah Kisah Hachiko

Menunggu di Stasiun Shibuya, Inilah Kisah Hachiko – Mendengar nama Hachiko memang tidak asing lagi bagi kita semua, siapa yang tidak tahu kisah anjing setia yang menunggu majikannya di stasiun kereta Shibuya. Ini adalah cerita tentang kesetiaan dan pengabdian yang mungkin tak dimiliki semua hewan peliharaan. Kamu mungkin tak akan pernah melihat kesetiaan yang begitu mendalam dari kura-kura atau bunglon peliharaan. Sepertinya hanya anjing yang bisa memperlihatkan rasa kesetiaan yang hebat. Begitu juga aktor dari kisah nyata ini, yang merupakan seekor anjing bernama Hachiko.

Kesetiaan yang dia tunjukkan bahkan sanggup melampaui harapan manusia terhadap hewan peliharaan. Ya, kesetiaan dan rasa sayang Hachiko pada majikannya seakan tak mengenal waktu. Dan itu jadi awal mula penantian panjang yang sanggup menyentuh hati orang-orang yang mendengar kisahnya.

Saat itu adalah tahun 1920-an, ketika Eisaburo Ueno memantapkan hatinya untuk memelihara anak anjing jenis Akita Inu. Sayangnya pada masa itu, jenis anjing lokal Akita Inu cukup sulit didapatkan. Tapi pria yang menjabat sebagai profesor di Universitas Tokyo itu tak putus asa. Ia mencari ke berbagai daerah di Jepang, sebelum akhirnya pada tahun 1924, Ueno menemukan “jodohnya” saat menelusuri Odate. Di sanalah ia mendapatkan seekor anak anjing Akita Inu berumur satu tahun yang sehat. Tapi setelah diperhatikan, kaki anjing itu terlihat agak bengkok seperti angka 8 dalam kanji (hachi). Itulah alasan kenapa sang anjing diberi nama Hachiko.

Pertemuan mereka layaknya cinta pada pandangan pertama. Rasa sayang Ueno dibalas Hachiko dengan rasa hormat dan pengabdian yang tulus.

Seiring berjalannya waktu, Hachiko tumbuh menjadi anjing yang lebih besar dan kuat. Beruntung ia dirawat layaknya anak kandung yang dibesarkan oleh ayahnya sendiri. Ueno tak segan berbagi ruangan dan makanan dengan Hachiko, dan kedua teman sejati itu selalu bersama ke mana pun Ueno pergi.

Saking dekatnya hubungan Hachiko dengan majikannya, Hachiko jadi punya kebiasaan yang unik.

Setiap pagi, Hachiko mengantar Ueno menuju Stasiun Shibuya untuk berangkat kerja. Sementara setiap menjelang malam hari, Hachiko akan kembali lagi ke stasiun untuk menjemput majikannya yang baru pulang kerja. Kebiasaan Hachiko mengantar jemput Ueno berlangsung hampir selama dua tahun berturut-turut.

Hingga suatu hari, Ueno tak pernah kembali lagi setelah berangkat kerja, meski Hachiko menunggunya seperti biasa di stasiun.Ternyata saat sedang mengajar di Universitas Tokyo, Ueno terkena serangan jantung yang merenggut nyawanya. Setelah itu, istri Ueno yang tak mampu merawat Hachiko seperti yang dilakukan suaminya, terpaksa menyerahkan Hachiko ke orang lain. Beruntung di keluarga barunya, Hachiko dirawat dan diperlakukan sebagaimana mestinya.

Tapi tanpa diduga, setiap hari Hachiko selalu “kabur” ke Stasiun Shibuya, demi mencari wajah Ueno di antara orang-orang yang berlalu-lalang di sekitar stasiun. Ia selalu kembali ke stasiun dan menunggu selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, di waktu dan tempat yang sama, di mana kereta yang dulu biasa ditumpangi Ueno memasuki stasiun.

Tahun pertama penantian Hachiko adalah masa-masa yang paling berat. Kemunculannya di stasiun setiap hari mulai membuat para pegawai stasiun resah. Mereka mencurigai Hachiko sebagai anjing liar yang bisa mengganggu keselamatan para penumpang kereta. Tak heran jika saat itu para pegawai kerap mengejar anjing malang itu dan menggiringnya ke luar stasiun.

Tapi Hachiko tetap kembali lagi untuk menunggu kepulangan Ueno.Seorang jurnalis yang kebetulan mantan murid Ueno, akhirnya merasa penasaran dengan anjing yang setiap hari selalu dilihatnya di stasiun. Kemudian suatu hari di tahun 1932, jurnalis itu memutuskan untuk membuntuti Hachiko dari belakang. Ia ingin tahu siapa pemilik Hachiko, dan mengapa anjing itu selalu datang ke Stasiun Shibuya setiap hari selama bertahun-tahun. Akhirnya jurnalis itu tiba di rumah seorang tukang kebun sekaligus majikan baru Hachiko, Kuzaburo Kobayashi.

Baca Juga: Manfaat Manfaat Memelihara Anjing bagi Manusia

Kobayashi menceritakan dengan gamblang kisah Hachiko dan Ueno pada jurnalis tersebut. Tak lama kemudian, artikel yang menceritakan kesetiaan Hachiko terhadap majikannya mulai bermunculan di surat kabar bergengsi di Jepang. Sejak saat itu pula Hachiko menjadi anjing yang terkenal karena kisahnya sanggup menginspirasi masyarakat Jepang. Hachiko pun seringkali jadi bahan pembicaraan selebriti.Orang-orang mulai memanggil Hachiko dengan sebutan Chuken-Hachiko yang artinya Hachiko anjing yang setia. Di tahun 1934, sebuah patung penghormatan bagi Hachiko pun dibangun di depan Stasiun Shibuya. Lucunya, pada saat acara peresmian patung tersebut, Hachiko ikut hadir sebagai bintang tamu.

Setelah penantian yang panjang, akhirnya Hachiko yang sudah tua meninggal di tahun 1935 di Stasiun Shibuya. Bahkan sampai akhir hayatnya, ia masih berharap bisa melihat wajah Eisaburo Ueno yang merupakan sahabat terbaiknya. Selepas kematiannya, Hachiko dikubur tepat di samping makam Ueno yang terletak di Aoyama, Tokyo.

Sosok Hachiko memang sudah menjadi kenangan, tapi ceritanya mampu bertahan dan menyentuh hati orang-orang di seluruh dunia. Tak heran dalam beberapa dekade selanjutnya, banyak penulis dan sutradara yang mengangkat kisah Hachiko ke dalam karya novel maupun film.